Oleh: bossyana212ok | September 19, 2007

Bulan yang dirindukan

Sahabat …
Tak terhitung sudah betapa banyaknya kekeliruan yang kita lakukan.
Tak terhitung betapa banyak dosa yang kita ukir dalam catatan-Nya selama ini
Tak terbayang pula betapa banyak hati yang tersayat karena ucap maupun perilaku kita
Terlepas dari sadar maupun tidak kita melakukannya

Sahabat…
Cukup sudah kita bermain dalam kubangan dosa
Cukup sudah kita lumuri jiwa ini dengan pengingkaran-pengingkaran
Atas apa yang menjadi fitrah kita sebagai hamba
Atas apa yang menjadi tujuan penciptaan kita sebagai mahluk

Jika Alloh SWT berkenan mengijinkan kita
Membasuh semua pekat dosa dalam indahnya Ramadhan tahun ini
Maka bersyukurlah, karena sesungguhnya Alloh masih menanti kita
Memberi kesempatan lagi pada kita
Untuk kembali pada fitrah.. Insya Alloh
Baca Lanjutannya…

Oleh: bossyana212ok | September 19, 2007

Apa itu ATM langit…?

Suasana haji memang sangat istimewa. Paling tidak, bagiku. Sebab setiap kegiatan apa saja, selalu saja aku hubungkan dengan kebesaran Allah Swt, sebagai Dzat Yang Maha Pengatur segala urusan makhlukNya.

Tidak terkecuali ketika aku sedang istirahat setelah melakukan shalat dhuhur. Tiba-tiba saja aku teringat akan semua persoalan dalam hidup, khususnya tentang keuangan atau rezeki yang oleh setiap orang dalam kehidupan rumah tangganya selalu menjadi fokus perhatian utama.

Saat itu aku bisa melihat suatu keanehan pada perjalanan hidupku. Khususnya berkaitan dengan rezeki. Tetapi hal itu tentu berlaku secara umum, artinya bagi siapa saja. Hanya saja mungkin tidak banyak orang-orang yang sempat bertafakur tentang keanehan ini. Aku merasa bahwa dalam persoalan rezeki, Allah Swt telah ‘mengemudikan’ perputaran rezeki setiap orang dengan luar biasa. Begitu cermat, dan tepat waktu. Baca Lanjutannya…

Oleh: bossyana212ok | September 19, 2007

Agar Kesalahan Jadi Pintu Kebaikan

Rabi` bin Hutsaim, seorang tabi`in yg
terkenal dgn sikapnya dlm mensucikan
jiwa mengatakan, seandainya manusia
itu tahu ttg aibnya sendiri niscaya
tdk ada org yg mau mencela aib org
lain. Suatu ketika, ia pernah ditanya
seoarang sahabatnya, Wahai Abu Yazid -
panggilan Rabi`- Mengapa engkau tdk
pernah mencela org lain? Ia
menjawab, Demi Allah, jiwaku saja
belum tentu diridhai Allah, lalu utk
apa aku mencela org lain? Sesungguhnya
byk manusia yg takut kpd Allah
setellah melihat dosa-dosa yg
dilakukan org lain. Tetapi sayangnya
mereka tdk merasakan hal itu saat
melihat dosa-dosa yg dilakukannya
sendiri (Tabaqat Ibnu Sa`ad, 06/168).
Baca Lanjutannya…

Kategori