Oleh: bossyana212ok | September 19, 2007

Agar Kesalahan Jadi Pintu Kebaikan

Rabi` bin Hutsaim, seorang tabi`in yg
terkenal dgn sikapnya dlm mensucikan
jiwa mengatakan, seandainya manusia
itu tahu ttg aibnya sendiri niscaya
tdk ada org yg mau mencela aib org
lain. Suatu ketika, ia pernah ditanya
seoarang sahabatnya, Wahai Abu Yazid -
panggilan Rabi`- Mengapa engkau tdk
pernah mencela org lain? Ia
menjawab, Demi Allah, jiwaku saja
belum tentu diridhai Allah, lalu utk
apa aku mencela org lain? Sesungguhnya
byk manusia yg takut kpd Allah
setellah melihat dosa-dosa yg
dilakukan org lain. Tetapi sayangnya
mereka tdk merasakan hal itu saat
melihat dosa-dosa yg dilakukannya
sendiri (Tabaqat Ibnu Sa`ad, 06/168).

Saudaraku
Siapa di antara kita yg kuat menahan
malu, andai kita tahu daftar
kesalahan, kedurhakaan, kemaksiatan,
pelanggaran yg telah kita lakukan?
Siapa di antara kita yg mampu menahan
rasa hina tiada tara, jika kita
mengetahui catatan prilaku buruk yg
sudah kita lakukan? Hidup yg telah
kitalalui singkat. Tapi siapa yg kuat
menahan penyesalan akibat keburukan
daan dosa yg kerap kita lakukan
berulang-ulang?

Saudaraku..Mari perbaharui taubat.
Mari perbanyak istighfar dan memohon
ampun pada Allah SWT. Rasulullah
menggambarkan, sebuah dosa seperti
noda hitam di dlm hati. Kian byk noda
hitam dlm hati, maka hati bisa menjadi
hitam legam, kelam. Sinarnya bkn hanya
redup, tp gelap. Cahanya tertutup oleh
titik-titik noda yg menjadikannya tak
mampu lg memandang dan menimbang
kebenaran. Bila seseorang melepaskan
diri dr dosa, beristighfar dan
bertaubat, hatinya akan cemerlang spt
semula. Tapi bila ia mengulangi
perbuatan dosa maka noda hitam itu
akan bertambah hingga meliputi
hatinya. Allah SWT berfirman, Sekali-
kali tdk (demikian), sebenarnya apa yg
selalu mereka usahakan itu menutup
hati mereka (HR. Tirmidzi).

Mirip dg hadist dan firman Allah SWT
itu, Hasan al-Bashri menyebutkan bahwa
kekuatan fisik. Kebaikan itu memberi
cahaya dlm hati, melahirkan kekuatan
bg tubuh. Sementara keburukan akan
menggelapkan hati, melemahkan tubuh
serta mempengaruhi rizki, ujar Hasan
al-Bashri. Ia kemudian mengutip sebuah
sabda Rasulullah SAW, Seseorang
dihalangi rizkinya karena dosa yg ia
lakukan (HR.Ibnu Majah)

Saudaraku
Meski begitu, kemaksiatan bukan akhir
dr segalanya. Melakuakan dosa tak
berarti kejatuhan yg tak mungkin
pelakunya bangkit kembali. Inti pesan
yg ingin disampaikan dlm hadist dan
perkataan Hasan al-Bashri tadi adalah,
ajakan utk mengulang-ulang dan
mempebaharui taubat. Imam Ibnul Qayyim
pernah pjg menguraikan betapa
kesalahan dan dosa yg diperbuat oleh
Nabiyullah Adam AS hingga ia
diturunkan dari surga, ternyata
membuka byk hikmah dan karunia Allah
SWT kpd Adam dan anak cucunya.

Dalam kitab al-Fawaid, ibnul Qayyim
menulis bahwa mungkin syaitab yg
dengki gembira dg jatuhnya Adam dan
Hawa ke lembah dosa dan terpeleset dr
surga. Menyebabkan ia melahirkan byk
karunia Allah kpd manusia karena
kemudian lahir anak cucunya yg kelak
menjadi khalifah di muka bumi. Bahkan
ada hadist Rasulullah yg
menyebutkan, Dan demi Dzat yg diriku
ada di kekuasaan-Nya, jika kalian tdk
melakukan dosa, niscaya Allah akan
melenyapkan kalian lalu Allah akan
mendatangkan kaum lain yg akan
berdosa, kemudian mereka bertaubat dan
Allah menerima taubat mereka (HR.
Muslim)

Ibnul Qayyim setelah itu, memberi
komentar sangat indah bahwa ketika
Adam dikeluarkan dari surga karena
kesalahannya, tdk berarti bahwa Allah
tdk mempedulikannya. Allah tetap
memelihara keturunan Adam dan anak
cucunya. Karena selanjutnya, Allah pun
tetap akan memberikan surga utk Adam
dan anak cucunya yg beriman dan taat
kpd allah, selama-lamanya. Jadi.
Dikeluarkannya adam dari Surga hanya
sementara waktu seolah-olah utk
menyempurnakan bangunan surga itu
sendiri. Sama seperti manusia yg ingin
melakukan renovasi tempat tinggal lalu
ia harus keluar dr rumah itu sementara
dan kembali lagi, tulis Ibnul Qayyim
rahimahullah.

Meskipun dgn segala keutamaan yg Allah
berikan kpd Adam, tp Adam tetap
menyadari kesalahannya dan ia memohon
ampun atas kemaksiatan yg
dilakukannya. Karena itulah do`a
Nabiyullah Adam As yg disebutkan dlm
al-Qur`an berbunyi, Ya Rab kami, kami
telah mendzalimi diri kami sendiri dan
jika Engkau tdk memberi ampun kpd kami
nicaya kami menjadi org-org yg
merugi Kesalahan ternyata telah
membuat Adam merasakan kedekatan dan
ketergantungan luar biasa kpd Allah
SWT.

Saudaraku
Demikianlah. Kemaksiatan dan dosa,
ternyata bisa saja menjadi pintu
kebaikan bagi pelakunya. Syaratnya
harus satu, yakni perbaharui taubat.
Pintu kebaikan ada di mana saja.
Termasuk di hadapan pelaku
kemaksiatan. Jgn mencela berlebihan
perilaku maksiat yg dilakukan org
lain. Karena mengkin saja di lain
kemaksiatan itu ternyata melecut
pelakunya utk melakukan keshalihan yg
bisa jadi kita sama sekali tdk mampu
melakukannya.

Tinggalkan kemaksiatan, sekali dosa,
perbaharui taubat, jgn biarkan diri
hanyut dlm nikmatnya ayunan kesalahan.
Ingat saudaraku, jika kita ikhlas,
Allah pasti akan menggantikan
kenikmatan dosa yg kita tinggalkan dg
sesuatu yg jauh lebih indah dan nikmat
sejak di dunia, terlebih di akhirat.
Dengarkanlah perkataan yg
diucapkanIbnu Sirin, seorang tokoh
ulama` di zaman Tabi`in yg terkenal
memiliki kepekaan spiritual di
zamannya. Ia mengatkan, Tidak ada
seorangpun yg meninggalkan suatu
keburukan yg ia rasakan nikmat, hanya
karena Allah, kecuali pasti ia akan
menemukan gantinya dari Allah..
Atau perhatikanlah sabda Rasulullah
SAW, Barangsiapa yg memalingkan
pandangan dari sesuatu yg haram, maka
Allah akan berikan satu titik cahaya
dalam hatinya..

Saudaraku
Semoga Allah merahmati hamba yg
berkata pd jiwanya, bukankah kamu
telah melakukan ini? Bukankah kamu
telah melakukan ini? Lalu ia mengikat
jiwanya bahkan memukulnya, dan setelah
itu ia mengurung jiwanya bahkan selalu
taat sesuai perintah Allah sampai ia
menjadi komandan nafsunya, Begiitu
ucapan Malik bin Dinar.
Tengadahkan tangan saudaraku, kita
sama-sama berdo`a: Ya Allah jadikan
kondisi rahasiaku lebih baik daripada
kondisi lahirku, jadikanlah batinku
lebih baik dari lahirku, Ya Allah aku
berlindung pada-Mu dari menganggap
diriku besar, tapi Engkau menganggapku
kecilYa Allah aku berlindung dg ridha-
Mu dari kemarahan-Muaku berlindung dg
maaf-Mu dari adzab-Mu..

Sumber : Mencari Mutiara di Dasar
Hati / M. Nursani (Tarbawi Press)


Beri tanggapan

Your response:

Kategori